Mengelola keuangan pribadi tidak lagi harus repot dengan buku catatan manual. Kini tersedia banyak aplikasi yang bisa membantu mencatat pemasukan, pengeluaran, hingga memantau investasi hanya lewat smartphone.
Berikut 10 rekomendasi aplikasi catat keuangan yang populer di tahun 2026, mulai dari yang fokus personal, pasangan, hingga kebutuhan bisnis.
1. SakuSaku
SakuSaku adalah aplikasi catat keuangan dan investasi yang dirancang untuk digunakan secara personal, berdua dengan pasangan, atau patungan bersama teman dalam satu aplikasi tanpa perlu akun terpisah. Salah satu andalannya adalah Sasa AI, asisten pencatatan otomatis yang bisa membaca input berupa teks, suara, maupun foto struk belanja.
SakuSaku juga menyediakan fitur alokasi anggaran bulanan dengan notifikasi saat pengeluaran mendekati batas, multi-dompet untuk rekening dan e-wallet, serta tampilan yang bisa dikustomisasi sesuai preferensi pengguna.
Dari sisi keamanan, data transaksi dienkripsi AES-256 bit dan password diproses dengan bcrypt, tanpa perlu menghubungkan akses langsung ke rekening bank. Aplikasi ini bisa digunakan gratis selamanya untuk fitur dasar, dengan opsi upgrade ke SakuSaku Pro untuk fitur lanjutan.
2. Money Lover
Money Lover dikenal luas berkat antarmuka yang intuitif dan fitur yang cukup lengkap untuk pencatatan keuangan harian. Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk membuat anggaran, mencatat utang piutang, serta melacak transaksi rutin seperti tagihan bulanan.
3. Wallet by BudgetBakers
Wallet by BudgetBakers unggul dalam sinkronisasi lintas platform dan mendukung berbagai jenis akun, mulai dari kas tunai, kartu, hingga aset kripto. Cocok bagi pengguna yang ingin memantau banyak jenis aset dalam satu dasbor.
4. Spendee
Spendee menonjol karena mendukung berbagai mata uang, sehingga cocok digunakan oleh mereka yang sering bertransaksi lintas negara. Kombinasi fitur pelacakan pengeluaran dan tampilan visual yang menarik membuat Spendee tetap menjadi favorit banyak pengguna.
5. PINA
PINA adalah aplikasi lokal yang menggabungkan pencatatan keuangan dan pengelolaan investasi dalam satu platform, sehingga pengguna tidak perlu berpindah aplikasi untuk memantau kedua hal tersebut. Aplikasi ini juga menyediakan fitur perencanaan keuangan jangka panjang yang dirancang relevan dengan kondisi finansial masyarakat Indonesia.
6. Sribuu
Sribuu merupakan aplikasi keuangan lokal yang berfokus membantu pengguna, khususnya generasi muda, dalam membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi secara bertahap melalui fitur edukasi dan perencanaan tujuan finansial.
7. BukuWarung
BukuWarung sangat populer di kalangan pelaku UMKM Indonesia. Fokus utamanya adalah pencatatan sederhana untuk pemasukan, pengeluaran, hingga utang piutang usaha, lengkap dengan pengingat tagihan dari pelanggan.
8. Jurnal by Mekari
Jurnal by Mekari adalah aplikasi akuntansi yang lebih ditujukan untuk kebutuhan bisnis, mulai dari UMKM hingga perusahaan skala besar. Fitur laporan keuangan real-time, pengelolaan invoice, dan integrasi dengan sistem lain menjadi keunggulan utamanya.
9. Finansialku
Finansialku dikenal sebagai aplikasi perencanaan keuangan yang membantu pengguna menyusun anggaran, dana darurat, hingga simulasi tujuan finansial jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak.
10. Finetiks
Finetiks adalah aplikasi pencatat keuangan pribadi yang telah mengantongi izin dari OJK dan Kominfo. Selain fitur pencatatan transaksi lewat voice record, aplikasi ini juga menyediakan fitur tabungan dengan skema imbal hasil serta modul edukasi finansial berupa financial challenge.
Memilih Aplikasi yang Tepat
Setiap aplikasi di atas punya kekuatan masing-masing, tergantung kebutuhan penggunanya. Untuk urusan bisnis dan UMKM, BukuWarung dan Jurnal by Mekari lebih relevan. Bagi yang butuh kombinasi pencatatan dan investasi, PINA maupun SakuSaku bisa jadi pilihan.
Sementara untuk kebutuhan personal maupun berbagi dengan pasangan atau teman tanpa ribet urusan akun terpisah, SakuSaku menawarkan pendekatan yang lebih fleksibel lewat fitur dompet bersama dan bantuan pencatatan otomatis dari Sasa AI.
Yang terpenting bukan sekadar memilih aplikasi dengan fitur terbanyak, melainkan konsistensi dalam mencatat setiap transaksi. Aplikasi secanggih apa pun tidak akan banyak membantu jika tidak digunakan secara rutin.



